Lhokseumawe – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Lhokseumawe menunjukkan kepedulian dan respons cepat terhadap musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di kota setempat. Pada Sabtu, 6 Desember 2025, Kemenag Kota Lhokseumawe menyalurkan bantuan kepada keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Lhokseumawe yang menjadi korban banjir.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kasubag Tata Usaha Kemenag Kota Lhokseumawe, H. Ruslan, S.Ag., M.Pd., didampingi Zulkhairi, S.Ag. selaku penyelenggara Zawa dan pegawai Kemenag Kota Lhokseumawe. Bantuan ini merupakan wujud perhatian dari Kepala Kemenag Kota Lhokseumawe, Dr. H. Muhammad Amin, S.Ag., MA terhadap pegawai dan keluarga besar madrasah yang terdampak bencana alam.
Bantuan diterima langsung oleh Kepala MTsN 2 Kota Lhokseumawe, Muzakir, S.Ag. Dalam kesempatan yang sama, Kasubag Tata Usaha beserta tim juga melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi sarana dan prasarana madrasah, termasuk inventaris yang rusak akibat genangan air banjir.
“Kami atas nama Kementerian Agama Kota Lhokseumawe turut prihatin atas musibah yang menimpa keluarga besar MTsN 2 Kota Lhokseumawe. Bantuan ini adalah bentuk solidaritas dan dukungan moril serta materil agar proses belajar mengajar dapat segera kembali normal,” ujar H. Ruslan saat menyerahkan bantuan.
Kepala MTsN 2 Kota Lhokseumawe, Muzakir, S.Ag., menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Alhamdulillah, bantuan dari Kemenag Kota Lhokseumawe sangat berarti bagi kami yang sedang menghadapi kesulitan pasca-banjir. Semoga menjadi ladang amal bagi semua pihak yang telah membantu,” ungkapnya.

Banjir yang terjadi beberapa hari lalu menyebabkan sejumlah ruangan kelas dan fasilitas madrasah terendam air setinggi lutut orang dewasa. Meski demikian, pihak madrasah terus berupaya melakukan pembersihan dan perbaikan agar aktivitas pembelajaran dapat kembali berjalan seperti sedia kala.
Kebersamaan dan kepedulian antarinstansi di lingkungan Kementerian Agama Kota Lhokseumawe menjadi bukti nyata bahwa gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para korban dan mempercepat pemulihan kondisi madrasah.












